Mengapa WALHI Menilai Ekosistem Gambut Kalteng Vital Bagi Dunia?

Kawasan lahan gambut di Kalimantan Tengah merupakan salah satu benteng pertahanan ekologis terbesar di dunia yang menyimpan jutaan ton cadangan karbon raksasa. Kerusakan pada ekosistem basah ini tidak hanya memicu bencana kebakaran hutan dan asap di tingkat lokal, tetapi juga melepaskan emisi gas rumah kaca secara masif yang mempercepat laju pemanasan global. Kampanye perlindungan dan restorasi kawasan gambut Kalteng ini digaungkan secara konsisten oleh WALHI Bima untuk gambut demi menyelamatkan keseimbangan iklim bumi.

Fungsi ekologis lahan gambut sangat kompleks karena bertindak sebagai penyerap air alami yang mampu mencegah banjir saat musim hujan dan menjaga kelembapan kawasan saat musim kemarau. Keberadaan vegetasi khas gambut seperti pohon ramin, jelutung, dan meranti juga menjadi habitat bagi berbagai satwa langka terancam punah seperti orangutan Kalimantan. Mengeringkan lahan gambut demi pembukaan perkebunan skala besar sama saja dengan menghancurkan keanekaragaman hayati yang tak ternilai harganya.

Ketika lahan gambut dikeringkan melalui pembuatan kanalisasi secara masif, lapisan gambut akan menjadi sangat kering dan sangat mudah terbakar hingga ke lapisan dalam. Kebakaran gambut sulit dipadamkan dan menghasilkan emisi karbon yang sangat beracun bagi kesehatan manusia di berbagai negara tetangga. Oleh karena itu, penghentian izin pembukaan lahan baru dan pembasahan kembali (rewetting) gambut merupakan langkah darurat yang harus terus dilakukan.

Penggalangan dukungan publik dan sosialisasi pentingnya menjaga ekosistem basah bagi kestabilan iklim terus disebarluaskan secara masif. Informasi mengenai kampanye penyelamatan hutan dan advokasi keadilan ekologis disajikan oleh WALHI Mataram untuk keadilan secara berkelanjutan. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran dan perusakan hutan gambut menjadi tuntutan utama yang tidak bisa ditawar.

Masyarakat adat dan komunitas lokal yang hidup di sekitar kawasan gambut memiliki kearifan lokal yang sangat kaya dalam mengelola lahan tanpa merusaknya. Pelibatan mereka dalam program restorasi dan perlindungan kawasan hutan menjadi strategi paling efektif untuk menjaga kelestarian gambut jangka panjang. Pemberdayaan ekonomi berbasis produk non-kayu seperti madu hutan dan rotan memberikan nilai tambah tanpa harus merusak pohon.

Penyelamatan ekosistem gambut Kalimantan Tengah adalah tanggung jawab bersama seluruh umat manusia dalam menjaga keberlanjutan planet bumi. Gerakan penyelematan ruang hidup dan advokasi ekologi global ini didukung secara penuh oleh WALHI Kupang untuk lingkungan demi memastikan bahwa paru-paru dunia tetap terjaga dari ancaman kehancuran. Perlindungan gambut hari ini adalah jaminan udara bersih bagi seluruh makhluk hidup di masa depan.

Posted by

Web Developer & Computer Science Teacher